BIAMILLAHIRROHMAANIRROHIIM

ya Allah ...
berikanlah aku dan yang membaca ini ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat..
amiin

Jumat, 03 Mei 2013

KONSEP SEHAT SAKIT


        KONSEP SEHAT DAN SAKIT


1.      KONSEP SEHAT DAN SAKIT

1.1     DEFINISI SEHAT
A.    Menurut  WHO sehat adalah a state of complete physical, mental,and social well being and not merely the absence of illness or indemnity     ( suatu keadaan yang sempyrna baik fisik mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.)
Mengandung 3 karakteristik :
1.        Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia
2.        Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan eksternal.
3.        Sehat diartikan sebagi hidup yang kreatif dan produktif.
Sehat merupakan suatu kondisi tetapi merupakan penyesuaian, bukan merupaka suatu keadaan tetapi suatu proses. Proses disini adalah adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapi terhadap lingkungan sosialnya.
B.     Menurut PENDER ( 1982 ) sehat adalah perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain  ( aktualisasi ). Perilaku yang sesuai dengan tujuan , perawatan didi yang kompeten sedangkan penyesuaian diperlukan untuk mempertahankan stabilitas dan integritas structural.
C.     Menurut UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

1.2     DEFINISI SAKIT
A.    Menurut Bauman ( 1985 ) sakit adalah : ketidakseimbangan dari kondisi normal tubuh manuasia diantaranya system biologic dan kondisi penyesuaian.
B.     Menurut PEMONS ( 1972 ) sakit adalah gangguan dalam fungsi normal individu sebagai tatalitas termasuk keadaaan organism sebagai siste biologis dan penyesuaian sosialnya.
C.     Pengertian sakit dalam bahasa inggris diartikan menjadi 2 yaitu illness dan disease perbedaan kedua istilah ini ialah :
v  Illness
·         Konsepnya abstrak
·         Sifatnya subjektif
·         Akibat mekanisme koping ( pertahanan ) tak adekuat.
v  Disease
·         Suatu kondisi yang patologis
·         Terdapat sign dan symptom.

1.3      RENTANG SEHAT SAKIT
A.    Menurut model HOLISTIK HEALTH yang sekali – sekali normal sakit
Tahapan sakit menurut suchman terbagi menjadi 5 tahap yaitu :
1.      Tahap transisi : individu percaya bahwa ada kelainan dalam tubuh , merasa dirinya tidak sehat , merasa timbulnya berbagai gejala adanya bahaya. Mempunyai 3 aspek  :
v   Secara fisik : nyeri , panas tinggi
v   Kognitif : interprestasi terhadap gejala
v   Respons emosi terhadap ketakutan / kecemasan.
2.      Tahap asumsi terhadap peran sakit ( sick Rok )Penerimaan terhadap sakit .individu mencari kepastian sakitnya dari keluarga atau teman : menghasilkan peran sakit . mencari pertolongan dari profesi kesehatan yang lain mengobati sendiri, mengikuti nasihat teman / keluarga.
Akhir tahap ini dapat ditentukan bahwa gejal telah berubah dan merasa lebih buruk. Individu masih mencari penegasan dari keluarga tentang sakitnya. Rencana pengobatan dipenuhi / dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman.
3.      Tahap kontak dengan pelayanan kesehatan
Individu yang sakit meminta nasehat dari profesi kesehatan atas inisiatif sendiri.
Ada 3 tipe informasi :
v   Validasi sakit
v   Penjelasan gejala yang tidak dimengerti
v   Keyakinan bahwa mereka akan baik.
Jika tidak ada gejala individu mempersepsikan dirinya sembuh jika ada gejala kembali pada posisi kesehatan.
4.      Tahap ketergantungan
Jika profesi kesehatan memvalidasi ( menetapkan ) bahwa seseoang sakit maka yang menjadi pasien akan ketergantungan untuk memperoleh bantuan.
5.      Tahap penyembuhan
Pasien belajar untuk melepaskan peran sakit.



B.     Fase – fase sakit
1.      Fase latent
Seseorang sudah terinfeksi suatu mikroorganisme, karena badan seseorang baik maka gejala – gejala dan tanda – tanda serta keluhan belum ada, sehingga aktifitas sehari – hari dapat dilakukan.

2.      Prodromal
Pada fase ini seseorang sudah terdapat peningkatan, bahwa dirinya sakit, seperti tidak enak badan atau kadang – kadang lemas.

3.      Akut
Tanda dan gejala akan bertambah dan semakin lengkap, bentuknya disini klien baru sadar bahwa dirinya sakit, kadanga- kadang emosinya tidak stabil dan lekas marah, dan ia hanya mampu memikirkan dirinya sendiri dan penyakitnya.

4.      Resolusi
Klien perlu tindakan yang sifatnya mengembalikan secara normal.



2.      FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Menurut Hendrik L. Bloom ada empat faktor yang mempengaruhi status kesehatan masyakarat yaitu lingkungan , perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan.

            Dari bagian tersebut dapat dilihat bahwa faktor yang paling mempengaruhi derajat kesehatan adalah faktor lingkungan, kemudian disusul oleh faktor perilaku pelayanan kesehatan dan terakhir keturunan.
Uraian faktor – faktor tersebut adalah :

1.      Lingkungan hidup
Fisik      : sampah, air, udara, perumahan dsb.
Sosial    : kebudayaan , pendidikan, ekonomi ( interaksi manusia )
Biologi  : hewan , jasad remik, tetumbuhan.

2.      Perilaku
Merupakan adat atau kebiasaan dari masyarakat.
Sehat tidaknya lingkungan dan keluarga tergantung perilaku.

3.      Pelayanan kesehatan
Peranan pelayanan kesehatan adalah :
a.           Menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan penyakit pengobatan, dan perawatan kesehatan.
b.           Dipengaruhi oleh faktor lokasi atau jarak ke tempat pelayanan kesehatan sumber daya manusia, informasi kesesuaian program pelayanan kesehatan dengan kebutuhan masyarakat.

4.      Keturunan
Faktor keturunan adalah faktor yang telah ada dalam diri manusia yang dibawa sejak lahir. Sebagai contoh : diabetes mellitus, asma, epilepsy, retardasi mental, hipertensi, buta warna dll.

Upaya-upaya kesehatan masyarakat meliputi 4 area kegiatan yaitu : upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

1.      Promotif
Adalah usaha yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan ,meliputi usaha-usaha untuk peningkatan gizi, pemeliharaan kesehatan perorangan, pemeliharaan kesehatan lingkungan , olahraga teratur dan istirahat cukup sehingga dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal.
2.      Preventif
Adalah usaha yang ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit meliputi usaha-usaha pemberian imunisasi (bayi, anak, bumil). Pemeriksaan kesehatan berkala untuk mendeteksi penyakit secara dini.


3.      Kuratif
Adalah nusaha yangditujuikan kepada orang yang sakit untuk diobati secara tepat dan adekuat sehinga kesehatan pulih.
4.      Rehabilitative
Adalah nusaha yang ditujukan  terhadap penderita yang baru pulih dari penyakit yang dideritanya ,untuk memperbaiki kelemahan pisik mental dan sosial pasien sebagai akibat dari penyakit yang dideritanya meliputi latihan-latihan terpogram pisioterafi.

3.      PARADIGMA SEHAT

Paradigma Sehat adalah cara pandang, pola pikir, atau model pembangunan  kesehatan yang bersifat holistic Melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh   banyak faktor yang bersifat lintas sektor. Upayanya lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan, bukan hanya panyembuhan orang sakit atau pemulihan kesehatan tetapi bagaimana menjadikan orang tetap dalam kondisi sehat. Kesehatan dipengaruhi banyak faktor, yang utama lingkungan dan perilaku. Kesehatan juga merupakan hak azasi manusia dan menentukan kualitas hidup sumber daya manusia. Sejalan dengan berkembangnya waktu paradigma pelayanan kesehatan sedang dikaji ulang.
Hal ini berkaitan erat dengan keoptimalan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.  Undang  –  undang No.36 tahun 2009 tentang kesehatan ikut menyatakan, pertama : menimbang bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kedua : setiap kegiatan dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip nondiskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam rangka pembentukan sumber daya manusia Indonesia, serta penigkatan ketahanan dan daya saing bangsa bagi pembangunan nasional, ketiga : setiap hal yang  menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan pada masyarakat Indonesia akan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi negara, dan setiap upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat juga berarti investasi bagi pembangunan negara, keempat :  setiap upaya pembangunan harus dilandasi dengan  wawasan kesehatan dalam arti pembangunan nasional harus memperhatikan kesehatan masyarakat dan merupakan tanggung jawab semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, kelima : menimbang bahwa Undang-Undang No.23 Tahun 1992 tentang kesehatan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan, tuntutan, dan kebutuhan hukum dalam masyarakat sehingga perlu dicabut dan diganti dengan Undang-Undang kesehatan yang baru, keenam : berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam bagian pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima maka perlu membentuk Undang-Undang tentang kesehatan (KepMenKes 1998).
Paradigm sehat merupakan model pembangunan kesehatan jangka panjang yang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri (anonymous )
Paradigm sehat didefinisikan sebagai cara pandang atau pola pikir pembangunan kesehatan yang bersifat holistic, proaktif antisipasif, dengan melihat masalah kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral, dalam suatu wilayah yang berorientasi kepada pemeliharaan dan perlindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit.
Pada intinya paradigm sehat memberikan perhatian utama terhadap kebijakan yang bersifat pencegahan dan promosi kesehatan , memberikan dukungan dan alokasi sumber daya untuk menjaga agar yang sehat tetap sehat namun tetap mengupayakan yang sakit segera sehat. Pada prinsipnya kebijakan tersebut menekankan pada masyarakat untuk mengutamakan kegiatan kesehatan daripada mengobati penyakit (soejoeti , 2005 )
Promosi kesehatan masyarakat menjadi tujuan masayarakat dapat dicapai dengan jasa kesehatan yang efektif dan equitable di departemen kesehatan. Bagaimanapun untuk mencapai tujuan ini diperlukan banyak faktor kebijakan dalam negri.
Untuk mewujudkan paradigm baru pembangunan kesehatan tersebut , pemerintah telah menetapkan visi pembangunan kesehatan yakni “ Indonesia sehat 2010 “ untuk mewujudkannya dilaksanakan melalui empoat misi pembangunan kesehatan.
Pertama : menggerakan pembangunana kesehatan tidak semata- mata ditentukan oleh kerja keras sector kesehatan , melainkan dipengaruhi  hasil kerja serta kontribusi sector positif berbagai sector lainnya.
Kedua : mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Dalam hal ini, harus menyadari kesehatan adalah tanggung jawab bersama dari setiap individu , masyarakat, pemerintah dan swasta.
Ketiga : memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau.
Keempat : memelihara dan meningkatkan kesehatan individu , keluarga dan masayrakat beserta lingkungannya (soejoeti 2005 )



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar